Social Media

Social Media Crisis Management

Social Media Crisis

Social Media bukan lagi menjadi barang yang baru di Indonesia. Banyak brand yang berlomba-lomba ingin meraup banyak audience anak muda yang memang sangat dekat dengan social media terutama social network twitter dan facebook. Sayangnya banyak dari mereka yang belum paham sepenuhnya soal social media.

Ada begitu banyak contoh perusahaan yang telah menemukan diri mereka diserang media sosial. Beberapa bisa mengatasi krisis dengan benar, sementara lainnya malah gagal total. Apapun itu tentu banyak yang bisa dijadikan pelajaran bagi brand maupun agency social media yang nantinya akan membantu memperkuat social media crisis manajemen mereka dimasa datang.

Berikut ini contoh social media crisis yang terjadi di Indonesia.

Sebuah posting di twitter cukup mengegerkan dari akun @Durex_Love.

Durex Love

Posting tersebut mendapatkan reaksi yang cukup keras dari tweeps (sebutan pengguna twitter di Indonesia) yang ditujukkan pada akun produk kondom ini. Tak berapa lama kemudian, akun Durex menyampaikan permohonan maaf mereka.

Durex Indonesia

Kesalahan Twitter dapat saja terjadi. Apa yang dapat dipelajari dan dipraktikkan untuk mengurangi hasilnya?

  1. JANGAN ABAIKAN
    Jangan pernah mengabaikan apapun komplain tentang apa yang anda tweet. Karena bisa saja tweet tersebut akan menjadi bola salju dan terus menggelinding sampai anda sendiri tidak bisa mengatasinya.
  2. BERTINDAK CEPAT
    Bertindaklah dengan cepat saat terjadi krisis. Mungkin perlu orang dari atasan anda untuk menyampaikan permintaan maaf secara cepat.
  3. MENGAKUI KESALAHAN
    Akuilah kesalahan secara manusiawi. Jangan pernah menimpakan kesalahan kepada orang lain atau aplikasi yang anda pakai.
  4. GUNAKAN HUMOR
    Menggunakan humor kadang bisa memicu senyum orang yang membacanya. Tentu saja kadar humornya tetap harus digunakan dengan hati-hati agak tidak membuat blunder yang lebih parah lagi untuk hal yang lebih sensitif seperti kasus diatas.
  5. GUNAKAN TWITTER APLIKASI BERBEDA
    Kebanyakan admin di twitter masih menggunakan aplikasi yang sama untuk pekerjaan dan pribadi. Hal inilah yang sering kali memicu kesalahan “account” sehingga tweet yang harusnya untuk pribadi malah terekspos di timeline perusahaan. Apalagi kebanyakan admin menggunakan ponsel sehingga mudah sekali salah menempatkan tweet pada akun perusahaan. Untuk beberapa brand, mereka menggunakan aplikasi berbayar yang bisa mengontrol content sesuai dengan hirarki.
  6. BACA KONTEN ANDA SEBELUM POSTING
    Kesalahan awal adalah tidak adanya kontrol konten dari pihak yang berhubungan. Entah Brand Manager, Social Media Strategist ataupun dari admin sendiri. Sebelum anda posting, ada baiknya dibaca lagi apakah sesuai dengan personality brand.
  7. DON’T DRINK AND TWEET.
    Serius, saat anda mabuk jangan pernah men-tweet-kan hal-hal yang kacau apalagi saat itu sedang memegang akun sebuah brand. Selain akan mengundang typo, ada kalanya tweet itu akan salah masuk ke timeline brand yang anda pegang.

Jadi, bagaimana cara anda mengatasi Social Media Crisis terutama di Twitter?

 

Click to comment

Leave a Reply

Independent media yang menyuguhkan informasi seputar dunia advertising, digital, social media, Creative, PR, Mobile dan Marketing di Indonesia.

Copyright © 2013-17 Campaign Indonesia. A B29 Media Group.

To Top