live streaming
Featured

Live Streaming, Senjata Baru Brand Untuk Video Advertising

Live streaming di sosial media sepertinya mulai mendapat perhatian serius sebagai salah satu jalan untuk berbagi konten kepada konsumer. Sebutlah berbagai macam aplikasi mobile yang menyediakannya. Facebook Live, Instragram, Periscope dan lan-lain. Menurut survei Trusted Media Brands di bulan September 2016, sekitar 88 persen responden dari brand mengatakan bahwa meraka “mungkin” atau “pasti akan” berinvestasi dalam iklan live streaming selama 6 bulan kedepan.

Snicker adalah salah satu brand yang menanyangkan iklan mereka secara langsung selama Super Bowl di tahun ini. Iklan yang dibintangi oleh Adam Driver, pemeran Star Wars ini diambil secara langsung dengan dimana semuanya jadi adegan menjadi berantakan. Tentunya hal ini disengaja oleh Snickers. Tak main-main, iklan ini meraup lebih dari 10 juta views.

Di Indonesia, live streaming juga sudah mulai merambah berberapa brand. Belum lama ini, PEPSI Indonesia meluncurkan sebuah program bernama #PEPSIJammingSeru yang menawarkan konser secara live dengan 12 musisi terkemuka di Indonesia melalui akun sosial media mereka. Sebelumnya di tahun 2011, Royco juga pernah manayangkan langsung event Soup Masterclass untuk memperkenalkan Royco Gel. Di tahun 2012, APMF juga memulai live streaming dengan menggunakan fasilitas dari video.com. Sedangkan Twitter Indonesia membangun BlueRoom khusus untuk kreator yang ingin berinteraksi langsung dengan para follower atau audience mereka melalui layanan mobile video streaming Periscope.

Foto Press Release #PEPSIJammingSeru-campaignindonesia

Brand Anda bisa saja menayangkan video live streaming sepanjang mungkin. Namun berapakah panjang optimal video untuk bisa meraih audience terbanyak? Menurut Visible Measures, terdapat indikasi jumlah penonton akan mulai turun saat memasuki menit ke 50. Sedangkan interaksi dengan penonton biasanya terjadi sekitar 45-51 menit. Oleh karena itu, apabila brand berencana untuk berinvestasi dalam pendekatan live streaming, mereka harus membatasi panjang live video tidak lebih dari 50 menit.

Menurut report Cisco 2016 Visual Networking Index, live streaming menyumbang lebih dari dua pertiga lalu lintas trafik internet dan diperkirakan naik menjadi 82% persen pada tahun 2020. Untuk brand, approach terbaru di bidang advertising ini tidak boleh dilewatkan. Tentu saja apa yang ditawarkan harus unik dan berbeda dengan brand lainnya. Kala tidak, brand akan dianggap cuma sebagai pengekor.

Independent media yang menyuguhkan informasi seputar dunia advertising, digital, social media, Creative, PR, Mobile dan Marketing di Indonesia.

Copyright © 2013-17 Campaign Indonesia. A B29 Media Group.

To Top